Siapa yang takut?
Someone : “Van, kamu miara uler ya?”
Ivan : “Iya”
Someone : “Kamu ngga takut?”
Ivan : “Ya ngga lah, kalo takut ngapain gw miara” (sambil ketawa)
Ini adalah cuplikan pembicaraan dengan beberapa orang akhir-akhir ini. Beberapa di sini berarti tiga orang atau lebih. Dan semuanya secara garis besar menanyakan hal yang sama, dan saya juga menjawab dengan jawaban yang sama.
Hal ini cukup menarik, karena (menurut saya) pertanyaan tersebut tidak logis. Jika Anda takut anjing, akankah Anda memelihara anjing? Demikian juga dengan ular, kalo saya takut ular, saya tidak akan memelihara ular. Sebuah logika yang cukup mudah bukan? Nah karena itu, jangan pernah berharap seorang Michael Ivan Widyarsa memelihara ayam.
Tapi, kenapa beberapa orang masih menanyakan hal itu?
Menurut saya, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan spontan, yang diungkapkan karena orang yang bersangkutan takut dengan ular. Ya benar, sesungguhnya mereka lah yang takut dengan ular. Dan secara tidak sadar, mereka “memakaikan” standar mereka kepada orang lain, yang kebetulan adalah saya.
Inilah yang ingin saya soroti pada tulisan ini, bahwa kita seringkali mengenakan standar kita kepada orang lain. Sadar atau tidak, kita seringkali memandang orang lain berdasarkan sudut pandang kita. Padahal, setiap orang diciptakan unik, dan untuk memahami orang lain kita harus berusaha memandang orang tersebut dari sudut pandang orang itu sendiri. Memang susah, namun tidak mustahil.
September 1, 2008 at 10:31 pm
“Jangan pernah berharap seorang Michael Ivan Widyarsa memelihara ayam” huehehehe…. Langsung ngakak gw bacanya =p
September 8, 2008 at 1:07 pm
Puasa makan ayam terus dong? :p Gw mendapat kesan traumatis yang sangat mendalam antara Ivan dengan ayam, makanya dia memilih pelihara uler biar kalo ada ayam bisa dimakan sama ulernya :p
September 8, 2008 at 1:41 pm
Gw masih makan ayam kok ndu. Cuman emang ga terlalu suka aja, kalo ada pilihan lain, gw ga bakal milih ayam.
Pengalaman traumatis dengan ayam? Hmmm, kayanya ga ada deh. Gw jg bingung kenapa gw ga suka n cenderung takut ma tu makhluk.
December 10, 2008 at 11:47 am
Wah, kenapa ya para cowo itu takut ma ayam?? Ada sodaraku jg yg dari luar nampak perkasa gt, tp ternyata langsung ngacir klo liar ayam… Ckckck…..
)
Kesimpulan : ayam yang masi idup ternyata memiliki bakat terpendam untuk membangkitkan rasa takut pada orang2/ makhluk2 tertentu, terutama para monyet yang miara uler… Hihihihihi…..
January 30, 2009 at 7:44 am
HIIIIIHHHH!!!!
gada bagus2nya tuh ular… footprint apa? jejak ayam?
hehehe
gw bakal terus berdoa, bukan untuk kesehatan si uler gelo.
tp supaya Tuhan menyadarkanmu, bahwa ular adalah makhluk yang dibenci oleh Tuhan & saya sendiri… sehingga jika suatu hari kamu telah insaf, saya akan ikut mengantarkanmu ke kamar pertobatan sebagai saksinya. lalu menangislah jika kau mau. karena di sanalah kamu akan diampuni atas kesalahanmu itu. ketika kamu sudah bertobat, niscaya kamu akan mencintai ayam-ayam engkong.
Amin