Toilet, Lambang Kesetaraan dan Kebebasan Berekspresi

gambar toilet

Pengantar

Toilet, atau disebut juga WC harus diakui tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Setiap hari kita pasti mengunjungi tempat yang satu ini, baik untuk keperluan kecil-kecilan atau keperluan yang lebih besar. Toilet bisa jadi adalah tempat yang paling banyak dikunjungi seseorang sepanjang hidupnya, namun orang seringkali menganggap remeh keberadaan toilet (dan baru menyadari perannya ketika tidak menemukan satu pun toilet, itu pun hanya sesaat).

Tulisan ini bukanlah tulisan yang betujuan untuk mengangkat martabat toilet, atau mengingatkan orang akan pentingnya kehadiran toilet. Tulisan ini hanya bertujuan untuk mengangkat toilet sebagai icon untuk dua hal yang selalu hangat untuk diperbincangkan, “Kesetaraan antar Manusia” dan “Kebebasan Berekspresi”.

Toilet Sebagai Lambang Kesetaraan

Setiap manusia, pria atau wanita, tua atau muda, kaya atau miskin, memerlukan toilet. Apapun warna kulit kita, agama kita, ataupun pekerjaan kita, toilet tidak akan membeda-bedakan kita. Dan ada satu hal lagi yang menarik dari aktivitas kita di toilet. Seringkali untuk dapat beraktivitas dengan nyaman dalam toilet, kita harus melepaskan beberapa atribut yang melekat di diri kita. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali atribut-atribut (pakaian) yang kita kenakan itulah yang membuat kita “berbeda” dengan orang lain (entah kita sengaja ataupun tidak), namun di dalam toilet semua itu harus kita lepaskan.

Toilet Sebagai Lambang Kebebasan Berekspresi

Apapun suara yang kita hasilkan selama proses di toilet, tidak akan ada yang melarang (walaupun mungkin masih ada yang mengomentari). Apapun ekspresi wajah, atau gerakan tubuh yang kita lakukan di dalam toilet, tidak ada yang melihat (kecuali ada yang ngintip). Bahkan, bau yang muncul dari proses yang kita lakukan tidak akan dipermasalahkan orang lain (namun pastikan menyiram “hasil” proses kita). Dengan demikian, toilet dapat menjadi suatu “dunia kecil” yang ideal bagi masing-masing orang untuk bebas mengekspresikan dirinya.

Penutup

Demikianlah, sesuatu yang sering dianggap remeh dan tidak berarti, sebuah toilet, dapat mengajarkan kepada kita dua hal yang penting dalam hidup kita.

Yang pertama, ia mengingatkan kita bahwa pada hakekatnya kita adalah manusia yang sama dan sederajat. Manusia sendirilah yang membuat sistem dalam kehidupannya, yang membuat manusia seakan-akan memiliki kelas dan hakekat yang berbeda satu sama lain.

Yang kedua, bahwa ekspresi kita adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, seperti halnya suara, ekspresi wajah kita, dan bau adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kita di toilet. Dengan demikian, kebebasan berekspresi tidak boleh dikekang dan dilarang, karena pengekangan ekspresi adalah pengekangan terhadap hidup itu sendiri. Namun ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, sebagaimana kita harus menyiram hasil aktivitas kita di toilet, kita juga harus bertanggung jawab pada apapun hasil ekspresi kita. Bahasa singkatnya, bebas namun bertanggung jawab.

Dengan demikian, berakhirlah tulisan ini, sebagai yang pertama dari category “Tulisan Iseng”, semoga bermanfaat bagi kita semua yang menulis dan membacanya.

2 Responses to “Toilet, Lambang Kesetaraan dan Kebebasan Berekspresi”

  1. pertamaxx!!!!!

  2. Haha.. si ajag ga penting banget komentarnya :p Iya tuh, betul banget, selama gw amatin, orang yang tampaknya pendiem juga begitu masuk toilet bisa sambil nyanyi2 juga… ternyata, toliet memiliki kekuatan terpendam… hhmm…

Leave a Reply