Ya, akhir-akhir ini saya jadi pelanggan RS Borromeus. Bukan opname untungnya, cuman periksa ke dokter umum aja. Dalam 2 bulan terakhir (kurun waktu 60 hari), sudah 3 hari saya berkonsultasi dengan dokter-dokter di sana
22 Oktober 2008
Setelah batuk yang tidak kunjung sembuh selama kira-kira sebulan, akhirnya saya memutuskan untuk berobat ke dokter. Hasil pengobatan kali ini tidak menyenangkan. Keluar biaya mahal (sekitar 300 ribu rupiah) tapi batuk tidak kunjung sembuh juga. Inilah yang menyebabkan pengobatan kedua.
4 November 2008
Setelah batuk tidak sembuh-sembuh juga, saya kembali mengunjungi dokter di RS Borromeus. Kali ini dengan dokter berbeda, obat berbeda, dan hasil yang berbeda. Dengan biaya yang jauh lebih murah dari pengobatan sebelumnya (< 100 ribu rupiah), saya akhirnya berhasil sembuh.
4 Desember 2008
Beberapa hari lalu, karena tiba-tiba panas dan meriang yang tidak sembuh setelah sehari ditunggu, akhirnya sekali lagi saya ke RS Borromeus. Kata sang dokter sih “bisa infeksi virus biasa, bisa tipes”. Nah karena setelah diberi obat dan beristirahat beberapa hari saya sudah sehat lagi, bisa dipastikan itu bukan tipes. Kali ini biaya yang saya keluarkan tidak terlalu besar, masih di bawah 100 ribu rupiah.
Begitulah kisah saya, sebuah “rekor” baru, dalam kurun waktu 2 bulan 3 kali ke dokter. “Rekor” sebelumnya (bukan rekor ke dokter sih) adalah dalam 1 bulan ngelanggar lalu lintas dan ketangkep polisi 3x (dengan total kerugian Rp 40 ribu rupiah).